Journey to Something Better

Kalau dipikir-pikir sebenarnya berita ini sudah bisa saya “rasakan” sejak beberapa waktu yang lalu. Walaupun belum ada keputusannya, tapi entah kenapa saya seperti bisa merasakan hawanya. Kalau dibilang buruk sih nggak juga, tapi juga bukan berita baik. Akhirnya tadi sore saya diberi tahu bahwa kontrak saya di perusahaan ini tidak diperpanjang, alias silakan cari pekerjaan lain.

Hal ini sudah terjadi pada beberapa teman saya. Alasannya ya.. karena efisiensi perusahaan. Kebetulan di departemen saya memang akan ada sekitar 50% yang akan dirilis, cuma masih belum pasti siapa orangnya. Saya sih berpikirnya optimis saja, karena memang saya masih ingin kerja di sini. Tapi berpikir optimis tidak semerta-merta mengalihkan otak dari berpikir sebaliknya. Begitulah cara kerja otak kita.

Saya selalu berdoa agar saya bisa lanjut bekerja di sini, tapi di setiap penghujung doa saya selalu menyelipkan kalimat agar saya diberikan yang terbaik menurut-Nya, untuk saya dan keluarga saya.

Dan akhirnya datang juga kabar ini. Sore tadi saya tetiba dipanggil oleh atasan saya, katanya ada yang ingin disampaikan oleh Manager. Pikiran ini langsung terbang ke arah sana, “Pasti ini tentang pemberitahuan kelanjutan kontrak kerja”. Karena memang gelagatnya agak tidak biasa. Dan benar saja.

Walaupun hati ini sudah disiapkan sedemikian rupa, tapi tetap saja merasa sedih. Sedih karena saya kembali akan meninggalkan tempat ini, teman kerja yang sudah saya anggap sebagai keluarga kedua saya.

Yang membuat saya terhibur adalah, walaupun saya merasa sedih tapi saya ingat bahwa saya selalu berdoa agar saya diberikan jalan terbaik menurut Allah. Berarti berakhirnya masa kerja saya di sini adalah yang terbaik menurut-Nya. Insya Allah saya akan mendapatkan tempat yang lebih baik nanti. Aamiin..

 

Pengalaman Menjaga Anak

Off duty kemarin adalah waktu off paling melelahkan tapi seru. Paling bikin deg-degan sekaligus melegakan. Waktu libur yang membuat saya semakin menyadari bahwa jadi ibu rumah tangga itu adalah tugas yang sungguh mulia.

Di dalam rahim istri saya terdapat miom. Bahasa kedokterannya adenomyosis (kalau gak salah eja). Sebenarnya miom ini tidak berbahaya–kata dokter. Tetapi ini menyebabkan sakit yang luar biasa ketika istri saya mengalami menstruasi. Sebenarnya rasa sakit ketika haid ini sudah dirasakan dari dulu, tetapi baru diketahui bahwa itu disebabkan oleh miom sewaktu diperiksakan ke dokter kandungan awal pernikahan kami dulu. Dokter sudah mewanti-wanti kalau miom ini akan mengganggu proses kehamilannya nanti, tetapi beliau juga menenangkan bahwa ini tidak bahaya. Tapi tetep aja ya bikin waswas.. Dan benar saja, sewaktu istri saya hamil perkembangan janinnya kurang baik.Ukurannya lebih kecil daripada ukuran janin normal dengan usia kehamilan yang sama. Ditambah lagi ukuran miom istri saya semakin membesar. Sebenarnya kedua hal ini saling berkaitan karena asupan nutrisi yang alih-alih diserap oleh janin malah dicaplok oleh si miom ini. Kan ngeselin. Dan (mungkin) ini juga yang menyebabkan kondisi kehamilan istri saya menjadi Plasenta Previa Totalis. Kalo pengen tau lebih jelas browsing aja ya. Tapi intinya kondisi ini adalah kondisi dimana plasenta yang terletak di sebelah bawah rahim dan menghalangi jalan keluar si bayi nanti ketika melahirkan, padahal plasenta itu harusnya terletak di atas. Kondisi inilah yang menyebabkan akhirnya harus dilakukan SC alih-alih melahirkan normal. Padahal istri saya pengen banget bisa melahirkan secara normal.

Dari cerita sang dokter, waktu proses melahirkan sebenernya si miom udah di depan mata dan tinggal diambil aja. Tapi dengan susah payah si dokter menahan nafsu untuk mengambil miom itu dengan alasan resiko pendarahan yang apabila terjadi kemungkinan terburuknya adalah rahim istri saya harus diangkat. Si dokter sampai memperlihatkan foto miom di rahimnya setelah selesai operasi. Dan belakangan si dokter menjelaskan bahwa prosedurnya miom itu tidak boleh diangkat ketika proses melahirkan karena sewaktu proses melahirkan pembuluh-pembuluh darah ibu membesar dan jika dilakukan pengangkatan miom maka risiko terjadinya pendarahan sangat besar. Dokter juga menjelaskan telah ada kejadian dimana si dokter mengangkat miom pasien ketika proses melahirkan dan pada akhirnya rahim pasien harus diangkat karena terjadi pendarahan hebat.

Singkat cerita karena miom tersebut belum diangkat dan istri saya masih mengalami sakit ketika haid maka kami merencanakan waktu operasi pengangkatan miom tersebut, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Akhirnya setelah membulatkan tekad dan mengumpulkan keberanian istri saya berniat menjalankan operasi pengangkatan miom itu setelah selesai periode haid bulan Maret ini. Dari konsultasi terakhir dengan dokter ditetapkan bahwa operasi jatuh pada hari Jumat tanggal 11 Maret 2016. Ya, operasi miom memang harus dilakukan segera setelah periode haid selesai. Saya pun menyesuaikan jadwal kerja agar ketika waktu operasi tiba saya sedang dalam posisi off-duty.

Fiuh ini baru intro. Panjang bener ya.

Waktu libur saya adalah 14 hari. Atau efektif 13 hari dikurangi perjalanan dari Badak-Bekasi. Ya, jadwal kerja saya adalah 14/14 alias 14 hari masuk dan 14 hari libur. Sungguh work-life balance. Kalau dihitung-hitung dalam setahun saya cuma kerja 6 bulan hahaha. Dan setelah menyesuaikan jadwal kerja saya akhirnya tiba waktu istri saya untuk operasi.

Sebenarnya sebelum operasi ini yang deg-degan malah saya. Istri saya mah tenang-tenang aja. Saya mendadak parno. Takut ini lah, takut itu lah. Takut terjadi pendarahan lah de el el. Waktu operasi pun tiba. Operasi dilakukan jam 4 sore, padahal jadwalnya jam 2. Singkat cerita, operasi pun berjalan lancar. Saya diperlihatkan miom hasil operasinya. Sepertinya berdiameter sekitar 5 cm. Ngeri juga. Akhirnya istri saya dibawa ke kamar perawatan untuk observasi dan istirahat.

Nah sebelum operasi keadaan anak saya yang lagi lutu-lutuna itu sedang kurang baik. Kaesar (nama anak saya) yang sekarang berusia 13 bulan sedang sakit flu. Dan sebelum operasi istri saya juga malah jadi stress. Gimana nggak, Kaesar yang biasa setiap hari pagi-siang-sore-malam bersama istri saya tiba-tiba harus ditinggal beberapa hari dengan kondisi yang sedang sakit pula. Lagi rewel-rewelnya. Apalagi saya juga harus menjaga istri saya di rumah sakit, dan otomatis saya gak bisa menjaga Kaesar juga. Rasanya pengen minta tolong Doraemon biar badan ini bisa membelah diri. Kaesar pun kami titipkan ke mertua saya. Karena rumah mertua dan rumah sakit relatif dekat jadi saya pun mudah untuk bolak-balik. Untungnya Kaesar relatif tidak rewel kalau sama sekali tidak melihat Mami/Papanya. Daripada udah sekali ngelihat malah jadi pengen nempel terus, mending jangan ngeliat sama sekali. Tapi karena kondisi tubuhnya sedang sakit ya rewel juga. Ditambah susah makan, komplit lah sudah.

Akhirnya di hari kedua istri saya dioperasi Kaesar saya ajak ke RS. Kasian juga istri saya udah kangen berat. Di rumah juga waktu saya pulang buat ambil keperluan istri Kaesar kelihatan kangen banget. Saya dateng langsung minta gendong. Dan kalau nangis keliatan banget kalo itu nangis sedih. Duh rasanya gimana gitu melihat anak seperti itu. Setelah sampai di RS benar saja, Kaesar malah menangis melihat istri saya. Tangis kangen, kelihatan sekali. Istri saya langsung memeluk dan menyusui Kaesar. Kaesar pun menyusu dengan lahap. Seperti orang yang udah gak minum berapa hari. Selesai menyusui Kaesar bermain-main di kamar RS. Kelihatan sekali dia sangat riang. Tapi tetap saja, saya tidak mungkin untuk mengajaknya menginap di RS. Sebenarnya boleh saja karena istri saya dirawat di kamar yang hanya berisi satu orang–yaitu istri saya sendiri. Tapi saya khawatir kalau malam dia nangis dan rewel, atau malah minta gendong istri saya. Wah berabe. Di malam kedua saya minta tolong ibu saya untuk menjaga Kaesar. Ibu saya pun menyanggupi. Beliau datang dari Bandung untuk membantu kami menjaga Kaesar untuk satu malam.

Setelah keluar dari rumah sakit barulah kami bisa berkumpul bersama lagi. Tapi istri saya masih harus banyak istirahat dan belum bisa menggendong Kaesar karena masih dalam masa pemulihan. Bahkan menyusui pun masih sulit karena dengan posisi miring bekas jahitannya masih terasa sakit. Jadi dalam beberapa hari sayalah yang mengerjakan tugas-tugas rumah tangga yang biasa dikerjakan istri. Yang paling menyita perhatian dan waktu adalah menjaga Kaesar. Mulai pagi ketika ia bangun saya langsung gendong keluar agar dia tidak merepotkan istri. Saya ajak jalan sebentar keluar sekaligus berjemur agar dahaknya lebih encer, lalu saya menyiapkan makan sekaligus menyiapkan air hangat untuk mandi. Setelah itu semua selesai maka waktunya bermain lagi sejenak. Waktu bermain pun saya tidak bisa lepas begitu saja. Bisa-bisa semua barang pecah. Juga apa yang dia pegang langsung masuk ke dalam mulutnya. Jadi memang harus diawasi setiap saat. Apalagi sekarang dia lagi senang-senangnya merangkak kesana-kemari. Jadi mau tidak mau saya harus mengikuti kemanapun ia pergi. Sekarang lagi di ruang tamu, liat hp bentar eh dia udah merangkak ke arah rak pajangan. Diangkat lagi menjauhi rak, meleng bentar eh udah jalan ke arah dispenser yang bagian air panasnya nyala. busyett.. bener-bener deh. Tidak berapa lama sepertinya ia kembali mengantuk. Dan memang waktunya tidur siang. Masalahnya kalau ada Maminya maunya tidur sambil disusui. Kalau nggak ya rewel. Karena istri saya belum bisa menyusui maka saya gendong-gendong saja terus sambil mengalihkan perhatiannya dari istri saya. Lama-lama tertidur juga. Lamaaaaa…… tapinya.

Bangun, waktunya makan siang dan rutinitas yang hampir sama seperti pagi. Makan, mandi, main-main, sampai malam. Itu baru dia doang lho, belum kalau saya mau solat, mandi, makan dll. Malam pun bocah yang satu ini hobinya begadang. Saban hari tidurnya di atas jam 12. Malah di hari pertama itu dia gak mau tidur entah kenapa. Mungkin karena mampet. Tidur sebentar, bangun lagi. Dan harus sambil digendong terus. Akhirnya saya gendong terus sampai jam 2 pagi. Itu pun gak bisa langsung ditaro. Kalau ditaro di kasur langsung bangun. Saya duduk pun dia langsung bangun dan nangis. Kayak tau aja saya mau duduk. Padahal sambil digoyang-goyang juga. Alhasil saya seperti itu terus sampai jam 2 pagi. Dan baru bisa diletakkan di kasur menjelang subuh.

Besoknya saya tepar.

Dan hari kedua pun berulang seperti itu, tapi istri saya udah mulai bisa menyusui walaupun masih sakit. Tapi setidaknya saya bisa beristirahat lebih dibandingkan hari sebelumnya.

Saya berpikir, saya aja satu hari udah kewalahan. Bagaimana dengan istri saya setiap hari menghadapi anak saya. Setiap hari pasti kurang tidur. Apalagi kalau saya lagi kerja. Memang kami masih tinggal di rumah mertua, tapi karena usia mereka yang sudah tua dan ibu mertua saya masih bekerja jadi mereka pun tidak bisa menggendong/menjaga Kaesar. Paling hanya titip sebentar saja ketika saya atau istri saya mau mandi, makan dll. Dan hebatnya istri saya jarang mengeluh. Ya paling-paling curhat kalau emang keadaannya lagi parah banget, wajar lah.

Di sini saya merasa bahwa ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan yang sungguh berat dan mulia. Sabar ya Mam, Insha Allah semua itu ada ganjarannya kalau Mami ikhlas :)

 

Harga Minyak vs Pekerjaan

Bismillah..

Setelah kembali dari bersemedi saya mau nyoba nulis lagi. Tapi kali ini mungkin yang ringan-ringan aja dulu. Terlalu banyak ide dan materi yang berseliweran di kepala dan semua pengen ditulis, tapi kan butuh waktu ya.

Salah satu yang cukup – atau mungkin sangat—mengganggu saya saat ini adalah harga minyak dunia yang terjun payung ke angka 20an Dollar per barel. (lah kayak gini ringan??). Kenapa mengganggu? Karena saat ini kebetulan saya sedang bekerja di perusahaan migas. Yes, kebayang kan kenapa mengganggu? Sudah beberapa perusahaan besar migas melakukan lay-off pada karyawannya. Tapi syukur Alhamdulillah di perusahaan saya bekerja sekarang belum ada lay-off besar-besaran seperti perusahaan sebelah. Yang ada hanya beberapa karyawan (local) yang sudah habis masa kontraknya tapi mereka tidak dipekerjakan kembali (diperpanjang kontraknya). Ini saja sudah menimbulkan demo di kantor yang sampai harus meminta bantuan dari Brimob. Serem ya.

Biasanya ketika masa kontrak habis karyawan-karyawan itu secara otomatis akan diperpanjang kontraknya dengan menggunakan bendera perusahaan baru. Karena mereka pada dasarnya memang masih dibutuhkan di perusahaan. Jadi bisa dibilang kontrak tapi permanen hehe. Karyawan yang tidak diperpanjang itu banyak dari driver dan operator alat berat dan juga mekanik. Kenapa mereka tidak diperpanjang? Karena dengan turunnya harga minyak ini otomatis operasional di lapangan juga menurun, karena tidak bisa mengimbangi lifting cost yang sudah jelas di atas $20. Alat berat juga banyak yang di-idle-kan karena memang tidak ada pekerjaan lagi. Akibatnya operator-operator itu pun menganggur, jadilah perusahaan tidak memperpanjang kontrak mereka. Wong emang ga ada kerjaan. Singkatnya seperti itu.

Nah apa hubungannya dengan saya? Kebetulan status saya masih kontrak juga, dan masa kontrak saya ini akan habis dalam waktu dekat. Dan dengan kondisi sekarang ini saya masih tidak tahu juga nasib saya ke depannya gimana di sini. Sepertinya memang harus mulai update CV lagi hehehe.

Serba salah ya, orang-orang pengennya harga minyak turun, lah saya malah pengen harga minyak naik hahaha.. Lagian harga minyak turunnya gila-gilaan eh harga BBM cuma turun seuprit.

Sebagai sampingan, saya juga sudah mulai membangun usaha bersama beberapa teman di Bandung. Tapi usaha ini baru berjalan dan belum memperlihatkan hasil yang cukup signifikan. Pengen sih full-time di situ, tapi dengan banyaknya kewajiban per bulan sepertinya belum bisa langsung putar haluan ke situ hehe. Masih banyak pertimbangan lainnya. Mudah-mudahan Allah melancarkan apapun yang saya kerjakan ini. Aamiin..

Selanjutnya tentang usaha apa yang sedang saya jalankan, saya akan bahas lebih lanjut di tulisan lain. Kali ini mah curhat dulu aja hahaha..

 

_Kopi

Saya bukan penggila kopi. Apalagi fanatik. Saya juga gak tahu seluk beluk kopi sampai “sebegitunya”. Saya bukan orang yang suka berburu kopi di tempat-tempat yang memiliki ciri khas dengan kopinya. Saya cuma penikmat sederhana kopi. Kopi sachet biasa yang dijual di warung-warung ataupun mini market. Dan saya kurang menikmati minum kopi instan tanpa ampas, entah kenapa. Saya lebih suka kopi yang ada ampasnya, baik kopi sachet instan ataupun yang harus kita takar sendiri. Berasa “kopi banget”, menurut saya.

Tapi akhir-akhir ini, saya merasa makin tertarik untuk lebih mengenal jenis minuman yang satu ini. Rasanya ingin menelusuri lebih dalam, baik dari minumannya itu sendiri, asal usulnya, ceritanya, dan lain sebagainya. Dan terinspirasi dari salah satu tulisan di blog ini, saya ingin mencoba salah satu cara menyeduh kopi ini. Apakah benar ada bedanya? Katanya sih kalau kita benar-benar penikmat kopi sejati kita baru bisa membedakan rasa tiap-tiap kopi. Tapi saya ingin mencoba apakah dengan lidah yang masih awam ini saya bisa membedakan kopi ketika ia diracik dengan berbagai macam cara? Alatnya juga relatif murah. Ya mungkin dalam beberapa hari ke depan saya akan mulai mencoba.

Saya baru dapat merasakan perbedaan antara kopi yang mengandung tingkat rasa keasaman cukup tinggi/rendah. Saya sendiri lebih suka kopi yang tingkat keasamannya rendah. Dari beberapa merk terkenal yang beredar, saya rasa Nescafe & Torabika memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi–setidaknya saya bisa merasakan asam di lidah, dan itu sangat mengganggu. Saya lebih suka Kapal Api atau kopi ABC susu.

Di kampung kelahiran saya, Pekalongan ada yang namanya Kopi Tahlil. Campuran kopi dengan rempah-rempah yang menghasilkan rasa yang cukup unik. Kopi Tahlil ini cukup banyak penggemarnya, ya setidaknya di daerah sana. Tapi bagi saya rasanya kurang cocok di lidah. Ya maklum lidah awam. Lagian yang namanya selera tidak bisa dipaksakan, kan?

Di Bandung banyak juga kedai/cafe untuk minum kopi. Mungkin saya akan mulai menjajakinya dari situ.

Mungkin itu sedikit pembukaan tentang kopi. Kalau ada kesempatan saya akan menulis lagi apa yang sudah saya dapatkan dari perjalanan mendalami secangkir minuman yang konon banyak sekali filosofi yang terkandung di dalamnya ini.

Mungkin dari teman-teman ada rekomendasi tempat minum kopi yang layak dicoba? Boleh lho dishare..🙂

Bahagia Itu Sederhana: Makan Kerupuk Jengkol Pake Sambel Kecap

Makan kerupuk jengkol pake sambel kecap

IMG_1786

#BahagiaItuSederhana

My Poor iPhone

Masih inget tentang tulisan gue tentang iPhone gue yang nyelup ke ember? Nah baru-baru ini si ipon ini kena musibah lagi. Pertanyaannya, kemana si Lenovo? Mmm.. ada dikit masalah jadi disekolahin dulu bentar hehehe.

Kali ini musibahnya cukup eh sangat mengenaskan. Tapi ajaibnya (again!) masih bisa beroperasi secara normal. Sumpah gue takjub banget. Takjub setakjub-takjubnya yang mana ketakjubannya itu melebihi ketakjuban yang paling takjub #apasih.

Jadi ceritanya si gue ini baru sampai di Badak (kota tempat kerja gue – red.) pakai mobil crew change yang berwujud mobil minibus kayak travel Cititrans. Gue duduk di depan. Nah dalam perjalanan gue pasti mainan hp dong ya. Lalu gak sadar gue ketiduran dan bangun-bangun udah sampe camp. Spontan gue buka pintu dan langsung turun. Nah pas buka pintu itu ada suara “Gedebuk!”. Gue liat lah apa yang jatuh, oh ternyata cuma benda yang ada di dalem tas kecil gue–yang bukan hp. Gue langsung ambil tas di bagasi, dan langsung menuju ke kamar. Nah di kamar gue santai-santai dulu bentar sambil nunggu adzan maghrib karena kebetulan waktu sampai camp itu menjelang maghrib. Nah pas mau ke masjid gue nyari-nyari hp, loh kok gak ada? Gue langsung mikir ah kayaknya ketinggalan di mobil. Rencananya mau gue ambil setelah solat maghrib di masjid.

Nah setelah solat gue langsung balik ke parkiran sambil berharap si mobil masih parkir di sana. Sampai di tempat parkir ternyata udah sepi, gak ada mobil lagi. Ah damn! Yaudah gue jalan aja ke tempat parkir kali aja sopirnya masih ada di situ. Pas lagi jalan gue ngeliat ke bawah, kok ada benda item gitu. Ah ternyata hp gue! Untung aja gak diambil orang. Waktu itu posisinya tertelungkup, jadi layarnya menghadap ke tanah. Tapi gue curiga, kok ada kotor gitu di bagian belakangnya? Akhirnya gue ambil hpnya, dan pas gue liat ternyata….

Jeng.. Jeng!!

IMG_3605

Hp gue hancur dengan sukses. Ternyata si kotor-kotor di bagian belakangnya itu adalah kotoran dari ban mobil. Jadi hp gue itu kelindes! @!#$%^&

Si hp itu lalu gue coba hidupin, dan ajaibnya masih bisa nyala! Wow, mejik!

IMG_3606 copyDan gak cuma bisa nyala, ternyata fungsinya masih normal dong hahaha. Amazing.

Alhasil si ipon masih gue pake sampe sekarang karena kejadiannya pas gue baru banget dateng. Paling baru gue benerin pas off nanti. Temen-temen gue yang ngeliat pada ngejek “Wuih casing baru tuh? Beli di mana?”. Kampretos. Tapi mereka juga amazed karena ngeliat hp gue masih bisa dipake. Rencananya pengen gue masukin yutub nih, siapa tau aja diliat sama banyak orang, terus diliat sama Apple, terus gue dikirimin iPhone 6 hahahaha.

Ngarep.

Tapi kalo emang ada yang mau ngasih iPhone 6 gue ikhlas sih.

Ngarep. Lagi.

Foto Macro #1 – Sushi

Yak, seperti janji saya di postingan sebelumnya, saya mau posting hasil eksplorasi saya dengan kamera hp lenovo P780 ini. Seperti yang sudah pernah saya bilang, keunggulan kamera dari hp ini adalah pada kemampuan macronya. Dan dari hasil eksplorasi selama beberapa hari sejak postingan terakhir saya, saya hanya suka dari kemampuan macronya saja. Yang lain lebih banyak minusnya:

1. Warna/saturasi kurang mencerminkan keadaan sebenarnya. Warna yang dihasilkan cemderung lebih flat. Contohnya, warna kulit seseorang diadjust sedemikian rupa sehingga lebih pucat dibandingkan aslinya. Malah kadang hampir seperti corpse -.-”

2. Kurang sensitif dalam suasana yang kurang cahaya, sehingga foto lebih gelap. Tapi begitu ada lampu lumayan langsung bisa adjustm Kalo dibanding Samsung galaxy mega sih masih lebih oke. Tapi pas dibandingin sama iphone 5, keliatan banget beda kelasnya hahahaha.

3. Settingan custom otomatis reset begitu kita melihat gallery/keluar aplikasi/restart hp. Contohnya, white balance di hp ini defaultnya auto. Lalu kita set jadi sun light. Nah begitu liat gallery, balik lagi ke kamera settingan WB udah balik ke asal (auto)

Nah karena keunggulannya di macro maka saya mau pamer foto macro aja. langsung aja deh..

Foto-foto ini diambil waktu saya makan di sushi tei

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Nah sekian dulu episode kali ini. Nanti saya lanjutin lagi dengan tema yang lain. Cheers🙂