kebakaran

Tengah malam tadi, aku kembali terjaga. Niatku memang ingin melakukan salat tarawih yang sebelumnya diawali salat isya. Saya mengambil wudhu lalu pergi ke mushala. Karena malam itu suasana di rumah cukup panas dan gerah maka saya menyalakan kipas angin. Ada dua pilihan kipas angin di mushala. Kipas angin yang kecil yang tenang dan kipas angin yang besar dan agak berisik. Karena saya tidak ingin saudara-saudara saya yang sedang menunaikan ibadah dalam bentuk lain di bulan Ramadhan ini (baca: tidur) terganggu maka pilihan saya jatuh kepada si kipas angin mungil. Dan tanpa basa basi saya langsung menyalakan kipas angin tersebut…

Sudah, sampai di situ saja cerita saya.

Garing ya? Hahaha… becanda…😀

Lalu mendadak saya harus segera ke kamar mandi. Saya lantas pergi ke kamar mandi sejenak dan mengambil wudhu kembali. Ketika keluar kamar mandi saya samar-samar mencium ada bau sesuatu yang terbakar. Dan ketika saya kembali ke mushola, Innalillahi…. Kipas angin yang tadi saya nyalakan terbakar!! Sambil berusaha untuk tidak panik saya langsung memboyong kipas angin itu ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air. Untung saja tidak apinya tidak menyerempet buku yang terletak di lemari yang letaknya tepat di samping kipas angin. Mushala dan seluruh ruangan di rumah dipenuhi dengan asap seperti baru terjadi kebakara n. Subhanallah… Mau ibadah saja harus diberi cobaan dulu. Mungkin ini peringatan? Atau azab? Wallahualam…

Pesan dari penulis:

  1. Jangan lupa matikan peralatan elektronik jika akan ditinggal, walaupun hanya sesaat. Karena kita tidak tahu kapan musibah akan menimpa kita
  2. Pastikan peralatan elektronik yang kita miliki dalam kondisi baik. Jika tidak maka jangan ragu untuk menggantinya. Simpanlah barang yang sudah rusak di gudang dan jangan digunakan lagi. Dibuang saja kalau perlu. Ganti dengan peralatan yang baru atau yang kondisinya baik. Jika sudah terjadi musibah, akan lebih besar biayanya dibandingkan dengan sekedar mengganti peralatan.

Hikmah yang dapat diambil:

Berhati-hati dalam setiap kesempatan. Jangan pernah sekalipun berpikir, “ah cuma bentar ini..”, atau, “aman kok, ga ada apa2 di sini..”. kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi walaupun satu menit yang akan datang. Seperti pernah diriwayatkan sahabat, ada seorang sahabat yang menyimpan untanya di halaman dan Rasul bertanya, “Mengapa untamu tidak kau ikat?”. Sahabat lalu menjawab “jika unta itu hilang maka memang sudah takdir dari Allah bahwa unta itu akan hilang”. Rasul pun memerintahkan sahabat untuk mengikat untanya. Jika setelah diikat maka unta itu tetap hilang, itu baru namanya takdir. Dari riwayat tersebut jelas bahwa kita harus berusaha terlebih dahulu, kemudian Allah yang akan menentukan hasilnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: