A place to draw the real happiness

Suatu hari saya dan beberapa teman dari Motivasy Community diundang oleh salah satu perguruan tinggi di Jakarta untuk menjadi salah satu pengisi acara talk show. Kejadian ini sebenarnya berawal dari salah paham. Awalnya kami berpikir bahwa ini sebuah ketidaksengajaan. Tapi lalu kami merasa bahwa ini adalah salah satu jalan yang diberikan Allah agar kami dapat belajar dan berkembang.

awal cerita dimulai ketika pihak pengundang salah mengirim email kepada salah seorang teman Moty–nickname untuk komunitas kami–yang isinya adalah mengundang untuk menjadi salah seorang pengisi acara. Seharusnya email tersebut dikirimkan kepada orang lain yang kebetulan bernama sama dengan teman saya itu yang juga berprofesi sebagai motivator. Karena isinya tidak asing lagi (mengundang sebagai pengisi acara-red.) maka email tersebut langsung kami proses. Selidik punya selidik kami baru tahu bahwa pihak pengundang tersebut salah kirim. Kami pun mengonfirmasinya kepada pengundang. Singkat cerita, mereka tidak keberatan bila kami yang menjadi salah satu pengisi acaranya.

Dan ternyata, secara mengejutkan kami diberi tahu bahwa pengisi acara lainnya adalah seorang pengusaha besar Indonesia yang hampir tak ada orang yang tak tahu namanya. Bob Sadino atau yang lebih akrab dengan sapaan Om Bob. Wow,, perasaan kami begitu tahu tandemnya adalah Om Bob kaget, bingung, senang, bangga, minder, semua campur aduk jadi satu. Gimana nggak minder, kami yang bisa dikatakan minim pengalaman harus bercerita tentang hidup di depan orang yang hidupnya sudah seumur kakek kami. Setelah menimbang, mengamati, kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan. Dari pihak Moty sendiri satu orang yang menjadi perwakilan yaitu Pandu Sastrowardoyo. Ya, teman saya yang satu ini memang pantas untuk maju menjadi perwakilan. Di samping prestasinya yang sudah sampai internasional pengalamannya pun terbilang banyak jika dibandingkan kami semua.

Singkat cerita (lagi) acara berjalan lancar dan kami menjadi akrab dengan Om Bob. Tak disangka seusai acara Om Bob mengundang kami semua berkunjung ke rumahnya. Tanpa berpikir panjang kami terima ajakan itu. Dan kami pun langsung menuju ke rumah Om Bob di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ketika memasuki pekarangan rumahnya, memang mencerminkan rumah seorang pengusaha besar. Tanahnya yang mencapai 5 ha atau 50000 m2 (kira-kira 5x luas lapangan sepakbola) dengan desain rumah yang berbeda, katanya sih beliau merancang dan membangunnya sendiri (pake tukang tentunya). Dan ternyata ini hanyalah salah satu rumah dari 5 rumah yang beliau miliki! Di rumahnya berjejer tak kurang dari 5 mobil mewah yang semua nomor polisinya bernomor B 2121 … … . Beliau juga memiliki beberapa kuda piaraan yang beberapa di antaranya bernilai 1 milyar rupiah satu ekor. Wow…

Kami pun duduk santai di teras belakang sambil menikmati pemandangan di belakang rumahnya. Dengan disuguhi beberapa macam camilan dan teh manis hangat kami pun ngobrol santai. Mulai dari bagaimana sejarah kehidupan beliau, perjalanan membangun usahanya, bagaimana akhirnya usahanya itu mulai berkembang, kisah sukses dan suka duka, filosofi-filosofi hidup, sampai tips bagaimana jika ingin sukses dalam hidup ini. Sampai satu pertanyaan beliau, yang sampai detik ini masih saya ingat, “Sebenarnya tujuan kamu hidup tuh apa? Apa yang kamu cari?”. Ada yang menjawab “ibadah”, beliau membantah dengan “ya, itu pasti. Tapi yang nyata seperti apa?”. Ada yang menjawab “bekerja”, “Ya, lalu apa yang dicari dengan bekerja? Uang? Lalu? Saya udah punya banyak uang, tapi menurut saya bukan itu yang sebenarnya dicari”. Ketika dijawab “sukses”, “sukses yang seperti apa? Apa menurut kamu sukses itu?”. Beberapa jawaban kami selalu dibantahnya karena tidak sesuai dengan harapannya.
Kami merasa bahwa jawaban-jawaban kami sudah benar–berdasarkan teori–tapi kami tidak bisa melawan juga karena beliau benar secara praktek, dan sudah terbukti dengan segala sesuatu yang ada di hadapan kami. Sampai ketika beliau mendengar satu jawaban, ia berkata, “Ya, itu dia yang sebenarnya kalian cari. Mau apapun usahanya, lewat manapun jalannya, pasti akhirnya itu.”. Dan–menurut beliau–itu adalah ” Kebahagiaan”.

Ya, kebahagiaan. Dan memang benar apa yang dikatakan beliau. Semua yang kita cari itu (harusnya) untuk membuat kita bahagia. Membuat kita nyaman. Uang yang kita cari dengan susah payah, harusnya untuk membuat kita bahagia. Karena percuma jika memiliki uang banyak tapi tidak bahagia. Dan jalan untuk mendapatkan kebahagiaan itu banyak. Ada orang yang banyak uang tapi tidak bahagia, tapi sebaliknya, ada orang yang tidak banyak uang tapi ia bahagia. Dan untuk beberapa orang, ia menjadi bahagia mungkin bukan dengan uang, tapi apa yang ia lakukan. Apa yang ia perbuat. Atau apapun, asal ia bahagia. Karena kebahagiaan itu nggak bisa dibeli. “Saya udah punya semuanya. Rumah, mobil, perusahaan, karyawan, uang banyak. Saya kaya? Ya, saya kaya. Saya senang? Ya, saya senang. Tapi apa saya bahagia? Belum tentu. Apa yang membuat saya bahagia sekarang? Ternyata bukan itu semua. Saya bahagia ketika saya bisa menceritakan pengalaman saya ini dan berbagi dengan orang-orang seperti kalian”, katanya tanpa ada nada kesombongan sama sekali. “Jadi yang saya lakukan sekarang adalah berbagi pengalaman sebanyak mungkin. Karena saya yakin umur saya nggak bakal lama (kami tertawa). Saya udah punya semuanya, lalu apa? Ya saya ingin berbagi. Itu yang bisa buat saya bahagia saat ini. Hidup saya nggak akan tenang kalau saya nggak bisa ngajarin kalian semua ilmu yang saya punya. Saya nggak akan rahasia-rahasiaan. Ngapain, percuma. Di kuburan juga nggak akan dipakai. Jadi mending saya kasih tau ke orang-orang seperti kalian”. Kami pun tersenyum.

Sebuah pernyataan emas dari seorang yang telah melalui lika-liku kehidupan selama puluhan tahun. Dari situ saya memutuskan bahwa hidup saya harus bahagia. Apapun yang saya lakukan harus dapat membuat saya bahagia, juga orang-orang di sekitar saya. Karena dengan kebahagiaan itulah kita dapat menikmati sesungguhnya hidup kita. Sebanyak apapun uang yang kita miliki tidak akan bisa membeli kebahagiaan, karena kebahagiaan itu letaknya di dalam hati *nyambung ga sih*. Setidaknya itu nasehat yang saya peroleh dari salah satu orang yang saya kagumi ini dengan penampilan sederhananya.

Jadi apa bahagia menurut kalian? Apa yang dapat membuat kalian bahagia? Apakah itu bahagia-yang-sebenarnya yang kita cari? Jawabannya mudah, tanyalah pada hati masing-masing.

“Your Heart is a place to draw the real Happiness”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: