Pertanyaan Seputar Tubuh Kita

Kenapa kalau gatal enak digaruk? Kenapa kuku tangan lebih cepat panjang daripada kuku kaki?

Sebenernya ada banyak lagi pertanyaan lagi seputar tubuh kita yang mungkin buat kita biasa saja, tapi kalau dipikir-pikir lagi membuat saya penasaran. Dan dua pertanyaan tadi sudah lama kepikiran, dan rencananya saya mau browsing di internet jawabannya. Cuma entah kenapa ketika buka internet selalu lupa mau googling😀. Nah barusan ada bagian tubuh saya yang terasa gatal. Dan kebetulan saya lagi buka internet. Dan kepikiran lah pertanyaan itu. Langsung deh saya tanya “makhluk” yang paling pintar se-jagat raya saat ini: Mbah Gugel😀😀

Dan,,, mari kita lihat apa yang saya temukan…

Kenapa Enak Menggaruk Kulit yang Gatal?

Kulit yang gatal membuat kita merasa ingin menggaruknya bahkan tanda sadar saat sedang tidur sekalipun. Dengan menggaruk, gatal yang mengganggu berubah menjadi rasa nyaman tapi dampaknya kadang-kadang kulit memerah bahkan sampai terluka.

Salah satu yang dituduh menjadi penyebab terbesar gatal adalah dermatitis, kondisi iritasi kulit karena deterjen atau bahan-bahan dari emas. Berdasarkan data survai National Ambulatory Medical Care, sekitar 6,4 juta orang di AS yang terkena dermatitis bahkan harus memeriksakan diri ke dokter setiap tahunnya.

Namun, gatal bisa terjadi karena dipicu banyak hal. Sentuhan tanaman, hewan, dan logam bisa memicu gatal yang sangat. Selain itu, faktor cuaca misalnya kelembaban udara, termasuk bakteri, kuman, dan parasit juga menjadi penyebabnya. Stress juga diduga dapat memicu gatal. Berdasarkan Asosiasi Kedokteran Amerika, sabun yang sering digunakan secara berlebihan juga bisa memicu gatal.

Saat terjadi reaksi alergi seperti ini, protein histamin dihasilkan. Protein tersebut akan memberikan perintah kepada beberapa serabut syarap gatal untuk mengirim informasi ke syaraf tulang belakang yang akan memproses dan membangkitkan otak.

Bagian otak yang aktif saat gatal diketahui berada di area yang sama saat tubuh mengalami kesakitan. Maka obat-obatan jenis antihistamin yang biasa digunakan untuk menekan rasa sakit juga dapat bekerja untuk mematikan sinyal protein ini.

Serabut syaraf yang sensitif terhadap gatal pertama kali ditemukan oleh Martin Schmetz, seorang pakar fisiologi otak dari Universitas Mannheim Jerman sekitar 10 tahun lalu. Tapi, baru-baru ini ia juga menemukan serabut-serabut baru yang sensitif terhadap gatal namun tidak berkaitan dengan histamin.

“Nyatanya terdapat bukti lebih dari satu tipe serabut syaraf yang terlibat dalam sensasi gatal,” kata Schmetz. Informasi yang sedang diteliti lebih lanjut ini akan meningkatkan pemahaman para ilmuwan mengenai sensasi gatal.

Nyaman sesaat
Gejala gatal sebenarnya telah diteliti sejak lama. Definisi ilmiah untuk gatal diusulkan pertama kali oleh Samuel Hafenreffer pada 1660. Gatal didefinisikan sebagai sebuah keinginan tak enak untuk menggaruk.

“Pada beberapa kondisi kulit kronis seperti dermatitis atopik (eksim), pasien mungkin malah menggaruk saat tidur,” kata pakar otak Earl Carstens dari Universitas California, Davis. Menurut Carsten, menggaruk mungkin mengaktifkan sel syaraf yang merangsang bagian otak pengatur kesenangan sehingga orang menjadi nyaman.

Pada dasarnya, menggaruk kulit hanyalah solusi singkat mengatasi gatal atau mengurangi gangguan saja. Tapi, jika berlebihan dan terlalu keras sebaliknya akan menyebabkan sakit pendarahan hingga infeksi.

“Derajat kehidupan kita menurun karena gatal seperti halnya karena sakit. Namun, penderita gatal belum mendapatkan empati yang cukup seperti penderita sakit lainnya,” ujar Schmetz.

Bersama para pakar kulit lain dari seluruh dunia, Schmetz akan mempresentasikan temuannya pada Workshop Internasional Penelitian mengenai Gatal Ketiga di Jerman. Makalah yang disampaikan selama pertemuan ini akan dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology.

Sumber: LiveScience.com

referensi lain :
Kenapa Menggaruk Bisa Redakan Gatal?

Ilmuwan telah membuktikan bahwa menggaruk bisa meredakan gatal karena menggaruk dapat menghalau aktifitas pada beberapa sel syaraf tulang belakang yang mentransmit sensasi gatal ke otak.

Namun, efek tersebut hanya muncul disaat diri kita merasakan gatal. Walaupun kita mengerti bahwa menggaruk meredakan gatal, tidak banyak yang mengerti mekanisme fisiologisnya. Studi dari Universitas Minnesota ini muncul dalam jurnal Nature Neuroscience. Riset sebelumnya menyebutkan bahwa bagian spesifik dari syaraf tulang belakang – sistem spinothalamic – memiliki peran utama dalam mentransmit rasa gatal.

Aktifitas syaraf terhalang
Hasil riset terkini pada primata menemukan bahwa di saat gatal, menggaruk kulit menghalangi aktifitas sel syaraf pada spinothalamic untuk mengirimkan sinyal dari area gatal ke otak. Saintis Dr Glenn Giesler berharap dengan riset ini dapat menghasilkan cara baru untuk meredakan sensasi gatal kronis untuk yang pertama kalinya. Namun, ia mengatakan bahwa dibutuhkan informasi yang lebih banyak mengenai reaksi kimia yang mendalangi efek tersebut.

Profesor Gil Yosipovitch, seorang ahli kulit dari Wake Forest University di North Carolina mengatakan bahwa penemuan ini memiliki “potensi yang signifikan”. Ia mengatakan, “Walaupun jalan masih panjang, metode untuk menghasilkan sensasi nyaman pada saat menggaruk dengan tidak merusak kulit melalui stimulus obat-obatan yang bisa menghalangi aktifitas neuron tersebut berpotensi untuk mengobati gatal kronis”. Namun ia juga menegaskan bahwa menggaruk pada saat gatal merupakan fenomena yang kompleks yang melibatkan faktor-faktor seperti emosi seperti halnya fisiologi.

Dr Paul Bays dari UCL Institute of Cognitive Neuroscience juga menyetujui bahwa studi ini memiliki peranan penting untuk menjelaskan mekanisme fisiologis mengenai bagaimana sensasi gatal dapat berkurang.

“Namun, masih belum jelas bagaimana menggaruk bisa meredakan gatal, atau bagaimana menggaruk hanya bisa efektif untuk meredakan gatal dan tidak untuk sensasi sakit lainnya yang ditransmisikan ke otak melalui jalur yang sama”

Jangan meremehkan rasa gatal
Ada begitu banyak hal yang bisa menyebabkan rasa gatal, termasuk diantaranya, lebih dari 50 penyakit seperti Aids, masalah Gallblader dan penyakit Hodgkin. Rasa gatal yang dihasilkan oleh bermacam penyakit dapat memberikan dampak yang besar terhadap kualitas hidup dan tidak dapat disembuhkan hingga saat ini. Untuk banyak jenis gatal, tidak jelas apakah setiap rasa gatal memiliki tujuan fisiologis tertentu.

sumber : bbc.co.uk

Hmm… cukup memuaskan jawabannya. At least buat saya. Eits, tapi sabar dulu. Ternyata saya masih menemukan yang lainnya. Cekidot!

Tanya: Bagaimana tahi lalat itu muncul pada permukaan kulit manusia? Apakah terbentuknya tahi lalat itu sejak embrio dalam kandungan?

Jawab:
Tahi lalat disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan abnormal dari sel-sel pigmen di bawah kulit yang lebih dalam. Tiap orang mempunyai tahi lalat. Jumlahnya bervariasi antara 10 – 40, meskipun ada juga yang sampai mempunyai 100-an tahi lalat. Kebanyakan tahi lalat muncul dari bayi lahir hingga usia 20 tahun, tetapi ada juga yang muncul selama proses perkembangan janin. Orang yang sering berjemur di bawah terik Matahari mempunyai lebih banyak tahi lalat.
Dalam perkembangannya tahi lalat ini mula-mula agak berwarna gelap, kemudian membesar, dan mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Ada yang berbentuk oval, ada yang bulat, ada yang ditumbuhi rambut, ada yang polos, ada yang berwarna cokelat, hitam, dan merah muda. Ada tahi lalat yang berbahaya, ada juga yang tidak. Jika tahi lalat Anda terasa gatal atau sakit, atau terus membesar atau berdarah, sebaiknya periksakan ke dokter, sebab ada kemungkinan tahi lalat ini berkembang menjadi kanker kulit. Disarankan juga agar tidak berjemur tanpa pelindung kulit di terik Matahari lebih dari dua jam, karena sinar Matahari dapat menambah kecenderungan kulit mengalami melanoma (kanker kulit).

Tanya: Apakah benar kaki kanan kita lebih panjang daripada kiri?

Jawab:
Menurut penelitian, kebanyakan orang mempunyai kaki kanan yang lebih panjang dari kaki kiri. Perbedaan ini menyebabkan ketika orang melangkah, kaki kanan butuh lintasan lebih panjang. Ini dipenuhi ketika kita berlari memutari lapangan berlawanan arah dengan jarum jam. Itu sebabnya kita merasa lebih nyaman pada lintasan seperti ini.
Perbedaan panjang dari kaki kanan ini berkaitan dengan otot-otot kaki kanan yang lebih panjang dan lebih kuat karena lebih sering dipakai. Misalnya, ketika menendang bola, kebanyakan orang memakai kaki kanan. Kebiasaan orang menggunakan bagian tangan atau kaki kanan, menurut para ahli sel, disebabkan asam-asam amino dalam sel didominasi oleh asamasam amino yang mempunyai spin kiri (berputar berlawanan dengan jarum jam).
Menurut satu teori (yang belum tentu benar walaupun cukup disukai), ketika terjadi, Bumi kita tidak mempunyai lapisan ozon pelindung, zat-zat radioaktif menghancurkan asam-asam amino yang mempunyai spin kanan.

Tanya: Apa penyebab cegukan dan bagaimana menghilangkannya?

Jawab:
Cegukan sebenarnya adalah akibat kontraksi otot-otot pernapasan secara tiba-tiba. Ketika otot mulai bergerak, glotis (katup tenggorokan) menutup lubang angin di tenggorokan sehingga menghasilkan bunyi cegukan. Cegukan ini tidak berbahaya dan biasanya berlangsung hanya beberapa menit. Penyebabnya bermacam-macam, bisa makanan pedas, minuman bersoda atau beralkohol, tertawa tiba-tiba, terlalu khawatir, emosi, air dingin, udara dingin, penyakit paru-paru, asma, gangguan pencernaan, atau efek samping dari beberapa obat.
Ada beberapa cara untuk menghilangkan cegukan, misalnya mengunyah jahe, makan es hancuran, minum air pada posisi miring, minum air secara cepat, kumur dengan air cuka, tarik napas lalu tahan napas selama mungkin sambil menekan perut sekeras mungkin, dekatkan kantong kertas di mulut kemudian tiup dan bernapas dari kantong itu, tutup telinga dan tekan selama beberapa menit, makan sesendok gula atau selai kacang kemudian minum.

Tanya: Apakah menguap bisa menular?

Jawab:
He-he, pernah menguap di angkot gara-gara ada penumpang lain yang menguap ya? Lalu, terjadilah efek domino lomba menguap. Ada yang cuek, ada yang malu-malu menutupi mulutnya dengan sapu tangan.
Menguap memang tindakan alamiah yang sudah lumrah bagi kita. Mungkin saking lumrahnya, sampai sekarang orang masih belum tahu alasan tepat mengapa orang menguap. Memang orang mengaitkan kegiatan ini dengan rasa kantuk yang menyerang. Tapi tidak setiap kita menguap terus tidur ‘kan?
Menurut teori kedokteran, kita menguap karena level oksigen dalam paru-paru kita rendah. Dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung alveoli. Jika tidak mendapat udara segar dalam jumlah cukup, gelembung itu akan kempes seperti balon kekurangan gas. Sebagai akibatnya, paru-paru akan “kejang” sedikit. Untuk mengatasinya otak kita memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu, di antaranya adalah menguap, agar lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.
Apakah menguap itu menular? Ini juga masih diteliti. Sebagian orang mengatakan, menguap adalah gejala psikologis, kita dapat mengatakan pada diri kita untuk melakukan ini atau tidak. Atas dasar inilah mereka menganggap menguap bukanlah “tindakan” menular. Kalau menular tentu kita tidak akan bisa mengontrolnya.
Namun, sebagian orang lagi bilang, menguap itu menular. Ya, seperti fenomena serangan menguap di dalam angkot tadi. Atau bisa juga manakala berada di depan orang yang menguap, kita akan menguap. Terkadang saat membaca artikel tentang menguap, tanpa sadar mulut kita melakukan “senam kesegaran paru-paru”. Bahkan, jika sedang sendirian memikirkan tentang menguap, kita pun akan menguap! Menurut Prof. Provine dari Maryland, ketika orang menguap di depan kita, maka tubuh kita akan bereaksi, mengatur dirinya sehingga kita dipaksa untuk menguap.

Tanya: Mengapa saat kita mengucek-ucek mata terlihat bayangan hitam?

Jawab:
Pada keadaan normal, ketika mata kita melihat benda, cahaya dari benda akan diteruskan hingga ke retina mata. Sampai di retina, cahaya ini dikirim oleh sel saraf ke otak. Otak kemudian menginterpretasikannya sebagai benda atau cahaya (kalau benda itu berupa cahaya).
Ketika sedang menggosok mata, kita secara langsung merangsang sel-sel saraf di retina. Otak menginterpretasikan ini sebagai cahaya (karena apa pun yang diterima sel saraf dianggapnya sebagai cahaya). Jadi, itu sebabnya kita akan melihat bintik putih (atau kadang bintik hitam di kelilingi warna putih) bergerak bersama-sama dengan jari kita.

Tanya: Mengapa kuku pada jari tangan tumbuhnya lebih cepat daripada kuku pada jari kaki?

Jawab:
Begini permasalahannya. Kuku dihasilkan oleh sel-sel kulit pada jari. Pertumbuhan kuku sangat dipengaruhi oleh aktivitas sel-sel kulit itu. Aktivitas sel-sel ini sangat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti lingkungan (lingkungan gelap di dalam sepatu cenderung membuat aktivitas sel menurun), suhu (suhu panas mempercepat proses metabolisme sel sehingga kuku lebih cepat tumbuh), sistem sirkulasi darah (semakin jauh dari jantung semakin sedikit pasokan darahnya sehingga mengurangi aktivitas sel), dan sifat keturunan. O, ya, jenis kelamin berpengaruh pula lo! Kuku laki-laki lebih cepat panjang dibandingkan dengan kuku perempuan. Lingkungan yang pengap (karena tertutup sepatu) dan jaraknya paling jauh dari jantung membuat pertumbuhan kuku kaki terhambat. Terima kasih juga ya atas pertanyaan Anda.

Tanya: Mengapa di sekitar luka yang sudah mengering sering terasa gatal?

Jawab:
Rasa gatal pada daerah luka disebab-kan oleh histamin yang dikeluarkan sel-sel di sekitar luka. Ini merupakan reaksi ter-hadap infeksi atau terhadap obat-obatan tertentu. Untuk mengatasi rasa gatal ini, jangan digaruk. Bersihkan luka mengguna-kan sedikit air hangat ditambah sedikit soda kue, lalu minum obat antihistamin.

Tanya: Mengapa kita sering bergidik saat kencing?

Jawab:
Di pagi hari tubuh kita hangat karena tertutup selimut. Suhu ruangan lebih rendah dari suhu tubuh kita. Perbedaan suhu ini menyebabkan sebagian panas keluar dari tubuh. Panas juga keluar melalui air seni ketika kita kencing (air seni terasa hangat). Akibat hilangnya sebagian panas tubuh ini, tubuh kita perlu membangkitkan panas di dalam tubuh. Caranya dengan mengaktifkan otot-otot. Otot yang aktif akan menghasilkan panas. Salah satu cara untuk mengaktifkan otot yaitu dengan menggidik atau menggigil.

Tanya: Bagaimana sih daur hidup rambut kita?

Jawab:
Benar bahwa rambut kita bertumbuh setiap hari. Selama pertumbuhannya, rambut mengalami tiga fase. Yang pertama, fase anagen atau fase pertumbuhan. Pada fase ini rambut bertumbuh secara normal. Berikutnya, fase telogen atau fase istirahat. Dalam fase ini rambut berhenti bertumbuh selama 2 – 4 bulan. Pada akhir fase telogen sebagian rambut akan mengalami fase catagen atau fase rontok. Ada sekitar 40 – 100 helai rambut yang mengalami kerontokan. Nah, rambut yang tidak rontok akan terus bertambah panjang. Tentu saja, jika tidak digunting, bisa panjang sampai ke tanah, seperti ibu-ibu zaman dulu. Sedangkan di tempat rambut yang rontok akan tumbuh rambut baru.
Yang perlu digarisbawahi, fase-fase pertumbuhan rambut tidak terjadi secara bersamaan. Sekitar 90% rambut mengalami fase pertumbuhan dan sisanya (10%) mengalami fase istirahat pada waktu tertentu. Kalau terjadi bersamaan secara periodik (setiap beberapa bulan misalnya), kepala kita akan botak.
Di samping kerontokan normal, ada juga kerontokan permanen. Kerontokan permanen dapat mengakibatkan kebotakan juga. Penyebabnya bermacam-macam, seperti faktor keturunan, penyakit, pengobatan (kemoterapi), stres, ikatan rambut yang terlalu kuat, dan kerusakan rambut (akibat pengering rambut)

Tanya: Apa sih kedutan itu?

Jawab:
Dalam otak kita terdapat banyak sel saraf. Ketika suatu informasi berupa impuls-impuls listrik hendak disalurkan dari satu sel saraf ke sel saraf lain, maka sel saraf asal akan membentuk suatu zat kimia yang disebut synaptic transmitter (seperti asetilkolin). Zat kimia ini yang akan meneruskan impuls ini ke sel saraf yang lain. Begitu tugasnya selesai, zat kimia ini akan dihancurkan oleh suatu enzim (asetilkolin akan dihancurkan oleh kolinesteras).
Pada waktu bagian tubuh kita bekerja terlalu keras, misalnya mata terus-menerus menatap komputer sepanjang hari, penghancuran zat kimia tadi menjadi tidak terlalu sempurna. Akibatnya, zat kimia ini mengalir tanpa kontrol sehingga otak menerima informasi yang seharusnya tidak terjadi. Inilah yang kemudian kita rasakan sebagai kedutan di sekitar mata. Kedutan ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh jika bagian tubuh itu terlalu intensif digunakan. Betul sekali, kedutan tidak ada hubungannya dengan pertanda akan terjadinya suatu peristiwa penting.

Tanya: Mengapa orang dewasa kadang mengompol?

Jawab:
Penyakit ngompol atau dikenal dengan enuresis memang menjengkelkan. Kita akan ketambahan pekerjaan mengganti seprei dan menjemur kasur yang kena ompol. Penyebabnya masih dipertanyakan orang. Sebagian peneliti menyatakan, penyebabnya adalah faktor keturunan, karena sekitar 70% orang yang kena enuresis ini orangtuanya juga begitu.
Namun, peneliti lain menyatakan, enuresis disebabkan oleh penyakit tertentu yang diidap orang seperti diabetes, anemia, atau epilepsi. Beberapa gejala psikologis juga dapat menyebabkan orang mengompol. Pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Biasanya, para dokter menggunakan berbagai terapi seperti terapi memperbesar kandung kemih, terapi motivasi, terapi diet, dsb. Dalam terapi motivasi dokter biasa memotivasi anak untuk buang air kecil dulu sebelum tidur, atau menggunakan semacam sensor di pakaian tidurnya. Sensor ini akan membangunkan anak ketika air seni mulai keluar. Dalam terapi memperbesar kandung kemih penderita disarankan untuk minum banyak, tetapi memperlama jarak antara kencing pertama dengan kencing berikutnya. Pengobatan lain dengan obat-obatan (termasuk obat tradisional seperti tanaman ekor kuda), hipnotis, dsb.

Tanya: Kenapa orang yg terbiasa bangun pagi bisa bangun tanpa memakai alarm?

Jawab:
Di dalam tubuh kita ada bagian otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (bagian dari hypothalamus) yang mengatur irama (ritme) kebiasaan-kebiasaan dan aktivitas tubuh sehari-hari seperti irama tidur, suhu tubuh, irama makan, dll. Irama ini mempunyai siklus 24 jam dan sering disebut sebagai circadian rhythms. Siklus 24 jam berlaku di mana saja, sekalipun kita berada dalam tempat yang gelap (gua) sekalipun.
Siklus ini dapat diatur ulang, disesuaikan dengan lingkungan. Tidak terlalu sukar untuk melakukannya. Apa yang Anda lakukan dengan memasang alarm setiap pukul 04.00 adalah usaha untuk mengatur ulang siklus ini. Begitu tubuh kita menangkap siklus ini, maka seterusnya secara otomatis tubuh kita akan menyesuaikan diri. Lalu, weker pun tidak perlu membangunkan kita lagi.
Pengaturan ulang siklus ini sering dialami oleh orang yang bepergian ke luar negeri yang mempunyai zona waktu berbeda.

Tanya: Mengapa keringat di ketiak bau?

Jawab:
Rasa bau disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan senyawa kimia asam 3- metil-2-heksenoik (3-methyl-2-hexenoic acid). Bakteri ini senang tinggal di tempat yang lembab dan tersembunyi seperti ketiak. Sekitar 90% laki-laki dan 70% wanita mempunyai bakteri ini di ketiaknya.

Tanya: Mengapa jantung kita berdebar saat merasa takut?

Jawab:
Didalam otak kita terdapat 10 juta sel neuron. Tiap sel neuron berhubungan dengan sekitar 10.000 sel neuron lain. Di ujung sel neuron terdapat zat kimia yang disebut NT (neurotransmitter). Ketika menerima rangsang, maka sel neuron ini akan mengeluarkan NT, yang kemudian disalurkan lewat celah kecil sinaptik berukuran sangat kecil ke sel neuron lain. Keluarnya NT menyebabkan tubuh bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterima. Kelebihan atau kekurangan NT dapat menyebabkan gangguan-gangguan pada tubuh. Jenis NT ada puluhan jumlahnya, antara lain noradrenalin, dopamin, adrenalin, dan serotonin. Ketika orang ketakutan, pasokan serotonin akan terganggu. Otak akan memerintahkan tubuh melakukan reaksi yang berbeda-beda tergantung pada rangsang yang diterima. Beberapa reaksi yang bisa terjadi adalah jantung berdebar-debar, keluar keringat dingin, atau sesak napas (bahkan karena saking takutnya, ada yang langsung meninggal), atau bulu kuduk merinding.

Nah, sekian dulu penemuan dari hasil bertanya sama si Mbah. Kalau ada yang lain lagi akan saya share di sini dengan senang hati😉

sumbernya boleh lihat di sini dan sini

2 thoughts on “Pertanyaan Seputar Tubuh Kita

    • Ada beberapa lapisan di dalam iris yang menentukan warna iris itu sendiri. Lapisan terdepan mengandung pigmen cokelat (melanin). Lapisan di belakangnya bernama stroma trabekular (jaringan ikat) yang mengandung kolagen. Lapisan ini berwarna biru kelabu. Lapisan di belakangnya adalah pembuluh darah yang berwarna kemerahan. Nah 3 lapisan setelahnya adalah lapisan otot-otot dan pupil yang tidak berperan dalam menentukan warna iris.

      Jika pigmen melanin banyak terdapat di lapisan paling depan, maka mata akan berwarna cokelat sampai hitam. Jika pigmen ini sedikit maka yang tampak adalah warna pada lapisan berikutnya yaitu biru kelabu. Jika pigmen tidak ada sama sekali maka warna iris adalah merah, sesuai dengan warna pembuluh darah. gambar selengkapnya dapat dilihat seperti di bawah

      Warna Iris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: