wish u all the best

Alhamdulillah… Hari ini usiaku tepat menginjak angka 26 tahun. Tidak kurang tidak lebih. Alhamdulillah juga banyak teman yang mengucapkan selamat sekaligus memberikan doa. Doa yang hampir pasti ada yaitu semoga sukses, dan semoga cepet dapet jodoh, dan cepat nikah. Hmm.. Yakin pasti semua orang mendapatkan doa ini di setiap hari ulang tahunnya (untuk orang yang sudah memasuki usia nikah tapi belum menikah-red.)

Dan salah satu doa yang paling sering diucapkan adalah “Wish u all the best”. Yang kalau dibahasaindonesiakan kurang lebih artinya “semoga mendapatkan yang terbaik”.

Dulu saya tidak begitu aware dengan kalimat itu. Tapi kini itu membuat saya berpikir, ya benar sih itu memang doa, tapi entah kenapa saya merasa orang yang mengucapkan kalimat itu tidak sungguh-sungguh dalam mengucapkannya. Hanya sekedar formalitas karena ada seseorang yang berulang tahun. Hmm.. Mungkin saya suudzon ya. Tapi entah kenapa saya merasa seperti itu. Saya akan coba jelaskan kenapa pada akhirnya saya berpikir seperti itu..

Wish u all the best. Kalimat itu bagi saya terlalu general. Saya pernah mendengarkan sebuah siraman rohani tentang doa. Yang paling saya ingat dari situ adalah bahwa kalau kita berdoa itu harus spesifik. Coba saja kita berdoa, Ya Allah saya ingin mengantungi banyak uang dan dikelilingi banyak wanita. Lalu esoknya ia menjadi kondektur bus kota. Benar saja, doanya terkabul bukan? Ia mengantungi banyak uang (duit setoran) dan dikelilingi banyak wanita (karena banyak penumpang wanitanya). Atau, “Ya Allah saya ingin omzet usaha saya bulan depan naik”. Sebulan kemudian omzetnya naik, Rp 10000. Halah, kekecilan! Atau “ya Allah, saya ingin omzet usaha saya naik menjadi Rp 100juta”. Betul saja, 50 tahun kemudian omzetnya menjadi Rp 100juta. Halah, kelamaan! Jadi seharusnya kita berdoa “ya Allah saya ingin bulan depan omzet usaha saya naik menjadi Rp 100juta”.

Wish u all the best. Apa yang the best? Misal kita minta ke orang tua kita, “Pa, aku minta yang terbaik”. Pasti ayah kita bingung, apa yang terbaik? Oh mungkin anak saya ini sedang linglung. Lain halnya jika kita bilang, “Pa, aku ingin beli sepatu olahraga. Pilihannya ada 2, R atau N. Yang R pertimbangannya blablabla. Yang N pertimbangannya blebleble. Tolong pilihkan yang terbaik menurut Papa”. Nah kalau begitu kan jelas. Dan orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi kalau tidak pernah meminta (baca: usaha) mungkin orang tua juga tidak akan memberikannya. Nah dalam hal ini, apa yang “the best”? Mungkin akan lain ceritanya jika diberi embel-embel “in your job, life, and love”.

Wish u all the best. Bahkan sebagian orang menyingkatnya dengan WUATB. Gile, udah gak jelas, disingkat pula. Hahaha beneran gak niat ini sih..

Dari pola pemikiran seperti itu tadi, saya pun mencoba mengubah cara saya memberikan selamat dan doa kepada orang yang berulang tahun. Terutama dengan mendetailkan doa saya. Kalau saya tahu tentang dia itu akan lebih baik. Saya akan mendoakan apa yang benar-benar menjadi keinginannya.

Ngemeng-ngemeng tentang doa, saya pernah mendengar cerita. Ada seseorang yang akan ujian lalu berpapasan dengan temannya. Ia lalu berkata kepada temannya itu, “eh gua mau ujian nih. Doain ya!”. “Iya..”. Lalu sang teman menunduk dan mengangkat tangannya layaknya orang yang memanjatkan doa setelah solat. Lalu lelaki ini tertawa, “lo lagi ngapain??”. Lalu dijawab oleh sang teman, “bukannya barusan kamu minta didoakan ya? Ya saya berdoa”. “Hahaha,, ga usah segitunya kali…”
Dari cerita ini saya mengambil 2 hikmah. Pertama, si lelaki ini apakah sebenarnya bersungguh-sungguh minta didoakan oleh temannya itu atau hanya formalitas belaka? Menurut saya sih yang kedua.. Kedua, yang kita hadapi sehari-hari adalah jika ada orang yang meminta didoakan oleh kita hampir pasti kita hanya menjawab “ya”, “oke”, “siip” atau “pasti dong..”. Setelah itu kita akan berlalu begitu saja dan melupakan ‘janji’ kita untuk mendoakannya. Nah, juga berangkat dari kisah ini saya juga mulai mengubah sikap saya perlahan-lahan. Jika ada teman yang meminta doa kepada saya, saya menganggap bahwa teman saya itu memang bersungguh-sungguh meminta bantuan doa dari saya. Dan saya pun akan mendoakannya (kalau ingat sih hehe) setelah selesai solat. Jadi saya selalu berusaha mengingat teman atau siapapun yang berkata “doain saya ya”. Yah,, berdoa untuk kebaikan orang gak ada ruginya kok. Gak ada satu menit pula.

Ya.. Itu hanya sedikit uneg-uneg dan prasangka buruk saja. Mana tau sebenarnya kalian mendoakan saya ya kan? *ngarepdotcom*

Jadi, apakah kita benar-benar niat untuk mendoakan? Mudah-mudahan jawabannya adalah YA🙂

Anyway, apapun ucapannya minumnya teh botol sosro, eh maksudnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya🙂 doa yang sama semoga terkabul untuk teman-teman semuanya🙂

Jangan lupa, doakan saya juga ya.. Semoga usaha yang saya rintis diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalaninya, semoga foto saya dimuat di majalah National Geographic tahun ini, semoga gaji saya naik dan mendapat bonus yang besar di tahun ini, semoga saya mendapat penghasilan tambahan sebesar Rp 100 juta di tahun ini, dan yang paling penting semoga saya lekas dipertemukan dengan jodoh saya dan bisa menikah di bulan November 2012. Kalau bisa sih 2011. Amiinnn…. 100000x😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: