Melinjo

Siang tadi saya makan dengan menu nasi putih, sayur jagung, rendang, telur mata sapi, dan semangkuk sayur asem. Sudah beberapa kali terakhir saya makan di rumah makan itu dengan salah satu menunya sayur asem. Buat saya sayur ini cukup bikin segar. Ada rasa asem-asem gimana gitu..

Seperti biasa saya mengupas melinjonya dulu untuk nanti dimakan bersamaan dengan sayurnya. Tiba-tiba sopir kantor saya bertanya,

“Doyan melinjo, Dam?”

“Hehe.. Mumpung masih muda Pak…”, jawabku sambil nyengir.

Dia pun tergelak.

Lalu saya penasaran. Setiap kali saya makan melinjo pasti orang-orang sekitar saya—terutama orang yang sudah cukup berumur—pasti langsung nyeletuk,

“Wah saya nggak bisa lagi makan melinjo. Asam urat”

Nah tadi saya penasaran, setiap kali saya makan pasti ada orang yang bilang seperti itu. Tapi sebenarnya apa sih manfaat melinjo? Masa sih buah yang bernama latin Gnetum Gnemon ini cuma ada akibat buruknya saja? Otomatis saya bertanya kepada makhluk bumi paling cerdas: Mbah Google. Dan seketika muncul banyak literatur yang memaparkan manfaat dari melinjo ini. Antara lain:

  1. Antioksidan tinggi, setara dengan vitamin C
  2. Protein tinggi, 9-10 persen dalam setiap biji melinjo
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh
  4. Mengobati berbagai penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyempitan pembuluh darah, dan penuaan dini.
  5. Dll.

Hmm.. Cukup banyak juga manfaatnya ternyata. Jadi, mumpung masih muda, jangan takut makan melinjo.

Ada satu pertanyaan yang menjadi pikiran saya: Melinjo itu sayur atau buah?😀

One thought on “Melinjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: