Be Careful for What You are Thinking

Orang bilang perkataan adalah doa. Ya, benar.

Tapi buat saya, pikiran adalah doa. Kenapa begitu? Ya suka-suka saya dong :p

Mungkin di antara teman-teman ada yang sudah pernah dengar tentang Law of Attraction. Bahasa Indonesianya “Hukum Tarik-Menarik”. Minimal pernah denger lah ya waktu sekolah dulu di pelajaran Fisika. Kalau belum baca aja buku The Secret. Tapi saya akan jelaskan sedikit. Dikit aja ya.

Ketika kita menginginkan sesuatu, pasti yang pertama kali kita lakukan adalah membayangkannya. Selanjutnya kita berpikir langkah apa yang harus diambil agar bisa mendapatkannya, lalu menyusun strategi untuk mewujudkannya. Nah, Law of Attraction (LOA) ini bekerja di area pertama, membayangkan. Jadi menurut si LOA ini, jika kita menginginkan sesuatu dan membayangkan/memikirkannya/berdoa dengan sungguh-sungguh maka semuanya–SEMUANYA–akan bergerak menuju kita. Alam semesta akan mendukung kita. Di sini Tuhan akan bekerja secara anonim untuk mewujudkan apa yang kita inginkan itu. Dan pada akhirnya, apa yang kita inginkan/bayangkan itu pun terwujud, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Contoh yang paling kecil adalah ketika memilih tempat parkir. Jadi ceritanya saya pergi ke sebuah mall. Dan saya tahu, tempat parkir mall tersebut di waktu-waktu ini pasti penuh. Semua yang pakai kendaraan pasti ingin lokasi parkirnya dekat dengan pintu masuk mall, biar jalannya nggak jauh. Nah kalau parkir di waktu-waktu ini pasti nggak bakalan dapat tuh parkir dekat pintu mall, karena memang hari dan jam orang pada suka ke mall semua. Tapi saya berpikir dan yakin, pasti saya bisa tuh dapat parkir di depan pintu masuk mall. Dan ternyata benar saja. Begitu saya masuk tempat parkir, ada satu–ya, SATU–tempat tersedia. Dan saya langsung saja parkir di situ. Dan kejadian ini saya alami beberapa kali. Pernah juga begitu saya masuk tempat parkir, tempat itu penuh. Tetapi begitu saya sudah dekat, ternyata ada yang baru mau keluar dari situ. Malah antrian di depan saya tidak dapat karena sudah keburu maju. Jadi saya lagi yang dapat parkir di situ hahaha.

Itu baru kejadian kecil. Kejadian yang lebih “wah” pun pernah saya alami. Saya bekerja di tempat sekarang pun jika dipikir lagi kurang lebih seperti itu juga. Dengan pengalaman dan kemampuan saya sekarang, saya pesimis saya bisa diterima kerja di tempat sekarang. Tetapi saya selalu yakin, dan juga berdoa. Berusaha juga tentunya. Tapi usaha ya sebatas mengirim lamaran saja, selanjutnya bukan wilayah kekuasaan saya lagi. Dan entah kenapa, saya selalu membayangkan bisa kerja di sini dan memiliki perasaan yakin bahwa saya akan diterima kerja di tempat ini. Dan benar saja, suatu saat saya ditelepon oleh teman saya, menanyakan apakah masih berminat untuk bekerja di sana, dan tentu saja saya jawab iya. Selanjutnya, ya di sinilah saya sekarang🙂

LOA ini berlaku baik untuk hal yang kita inginkan ataupun TIDAK kita inginkan. Maksudnya bagaimana? Pernah tidak ketika kita TIDAK menginginkan sesuatu, sangat tidak menginginkan, malah kita jadi terus berpikir mengenai hal itu. Maksudnya adalah agar tidak terjadi pada kita. Nah yang terjadi malah SEBALIKNYA, alias malah kejadian. Analoginya seperti ini. Kita sangat tidak menyukai suatu lagu. saking tidak suka lagu itu, kok malah jadi hafal liriknya, bahkan terngiang-ngiang. Nah, seperti itu kira-kira.

Dan ini pun terjadi pada saya. Saya dari dulu tidak suka dengan satu jenis mobil, Av*nz*. Menurut saya mobil itu terbuat dari bahan yang sangat lunak. Kaleng. Ditabrak dikit penyok. Lihat saja yang kecelakaan kendaraan dengan mobil itu, pasti hancur lebur. Dan saya dari awal tidak mau punya mobil itu. Setiap saya lihat mobil itu dalam hati saya selalu berpikir, jangan sampai saya punya mobil itu. Eh… sekarang, mobil itu yang parkir di garasi saya hahaha.

Intinya adalah, apapun yang kita pikirkan jika sudah masuk ke alam bawah sadar kita, maka percayalah itu yang akan terjadi pada kita. Baik yang kita inginkan, ataupun tidak.

Kenapa ya, yang kita tidak inginkan pun malah terjadi? Saya beri contoh.

Coba untuk tenang sejenak, dan JANGAN membayangkan SATE AYAM. Sudah? Apa yang terbayang? Justru sate ayam kan?

Ini membuktikan, bahwa sebenarnya otak kita tidak bisa merespon larangan/apa yang tidak boleh kita lakukan. Karena otak kita akan memproses kalimat setelahnya. Jadi daripada saya mengatakan JANGAN MEMBAYANGKAN SATE AYAM, lebih baik saya mengatakan BAYANGKANLAH PAHA AYAM KFC. Daripada melarang orang lain agar tidak ribut, lebih baik menyuruh orang diam. Dan seterusnya.

Inilah yang saya maksud dengan hati-hati dengan apa yang kamu pikirkan, karena semuanya bisa berujung menjadi kenyataan.

Daripada kita memikirkan apa yang tidak kita inginkan, lebih baik kita fokus kepada apa yang kita inginkan.

So, be careful for what you are thinking now..😉

 

One thought on “Be Careful for What You are Thinking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: