_Kopi

Saya bukan penggila kopi. Apalagi fanatik. Saya juga gak tahu seluk beluk kopi sampai “sebegitunya”. Saya bukan orang yang suka berburu kopi di tempat-tempat yang memiliki ciri khas dengan kopinya. Saya cuma penikmat sederhana kopi. Kopi sachet biasa yang dijual di warung-warung ataupun mini market. Dan saya kurang menikmati minum kopi instan tanpa ampas, entah kenapa. Saya lebih suka kopi yang ada ampasnya, baik kopi sachet instan ataupun yang harus kita takar sendiri. Berasa “kopi banget”, menurut saya.

Tapi akhir-akhir ini, saya merasa makin tertarik untuk lebih mengenal jenis minuman yang satu ini. Rasanya ingin menelusuri lebih dalam, baik dari minumannya itu sendiri, asal usulnya, ceritanya, dan lain sebagainya. Dan terinspirasi dari salah satu tulisan di blog ini, saya ingin mencoba salah satu cara menyeduh kopi ini. Apakah benar ada bedanya? Katanya sih kalau kita benar-benar penikmat kopi sejati kita baru bisa membedakan rasa tiap-tiap kopi. Tapi saya ingin mencoba apakah dengan lidah yang masih awam ini saya bisa membedakan kopi ketika ia diracik dengan berbagai macam cara? Alatnya juga relatif murah. Ya mungkin dalam beberapa hari ke depan saya akan mulai mencoba.

Saya baru dapat merasakan perbedaan antara kopi yang mengandung tingkat rasa keasaman cukup tinggi/rendah. Saya sendiri lebih suka kopi yang tingkat keasamannya rendah. Dari beberapa merk terkenal yang beredar, saya rasa Nescafe & Torabika memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi–setidaknya saya bisa merasakan asam di lidah, dan itu sangat mengganggu. Saya lebih suka Kapal Api atau kopi ABC susu.

Di kampung kelahiran saya, Pekalongan ada yang namanya Kopi Tahlil. Campuran kopi dengan rempah-rempah yang menghasilkan rasa yang cukup unik. Kopi Tahlil ini cukup banyak penggemarnya, ya setidaknya di daerah sana. Tapi bagi saya rasanya kurang cocok di lidah. Ya maklum lidah awam. Lagian yang namanya selera tidak bisa dipaksakan, kan?

Di Bandung banyak juga kedai/cafe untuk minum kopi. Mungkin saya akan mulai menjajakinya dari situ.

Mungkin itu sedikit pembukaan tentang kopi. Kalau ada kesempatan saya akan menulis lagi apa yang sudah saya dapatkan dari perjalanan mendalami secangkir minuman yang konon banyak sekali filosofi yang terkandung di dalamnya ini.

Mungkin dari teman-teman ada rekomendasi tempat minum kopi yang layak dicoba? Boleh lho dishare..🙂

2 thoughts on “_Kopi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: