Harga Minyak vs Pekerjaan

Bismillah..

Setelah kembali dari bersemedi saya mau nyoba nulis lagi. Tapi kali ini mungkin yang ringan-ringan aja dulu. Terlalu banyak ide dan materi yang berseliweran di kepala dan semua pengen ditulis, tapi kan butuh waktu ya.

Salah satu yang cukup – atau mungkin sangat—mengganggu saya saat ini adalah harga minyak dunia yang terjun payung ke angka 20an Dollar per barel. (lah kayak gini ringan??). Kenapa mengganggu? Karena saat ini kebetulan saya sedang bekerja di perusahaan migas. Yes, kebayang kan kenapa mengganggu? Sudah beberapa perusahaan besar migas melakukan lay-off pada karyawannya. Tapi syukur Alhamdulillah di perusahaan saya bekerja sekarang belum ada lay-off besar-besaran seperti perusahaan sebelah. Yang ada hanya beberapa karyawan (local) yang sudah habis masa kontraknya tapi mereka tidak dipekerjakan kembali (diperpanjang kontraknya). Ini saja sudah menimbulkan demo di kantor yang sampai harus meminta bantuan dari Brimob. Serem ya.

Biasanya ketika masa kontrak habis karyawan-karyawan itu secara otomatis akan diperpanjang kontraknya dengan menggunakan bendera perusahaan baru. Karena mereka pada dasarnya memang masih dibutuhkan di perusahaan. Jadi bisa dibilang kontrak tapi permanen hehe. Karyawan yang tidak diperpanjang itu banyak dari driver dan operator alat berat dan juga mekanik. Kenapa mereka tidak diperpanjang? Karena dengan turunnya harga minyak ini otomatis operasional di lapangan juga menurun, karena tidak bisa mengimbangi lifting cost yang sudah jelas di atas $20. Alat berat juga banyak yang di-idle-kan karena memang tidak ada pekerjaan lagi. Akibatnya operator-operator itu pun menganggur, jadilah perusahaan tidak memperpanjang kontrak mereka. Wong emang ga ada kerjaan. Singkatnya seperti itu.

Nah apa hubungannya dengan saya? Kebetulan status saya masih kontrak juga, dan masa kontrak saya ini akan habis dalam waktu dekat. Dan dengan kondisi sekarang ini saya masih tidak tahu juga nasib saya ke depannya gimana di sini. Sepertinya memang harus mulai update CV lagi hehehe.

Serba salah ya, orang-orang pengennya harga minyak turun, lah saya malah pengen harga minyak naik hahaha.. Lagian harga minyak turunnya gila-gilaan eh harga BBM cuma turun seuprit.

Sebagai sampingan, saya juga sudah mulai membangun usaha bersama beberapa teman di Bandung. Tapi usaha ini baru berjalan dan belum memperlihatkan hasil yang cukup signifikan. Pengen sih full-time di situ, tapi dengan banyaknya kewajiban per bulan sepertinya belum bisa langsung putar haluan ke situ hehe. Masih banyak pertimbangan lainnya. Mudah-mudahan Allah melancarkan apapun yang saya kerjakan ini. Aamiin..

Selanjutnya tentang usaha apa yang sedang saya jalankan, saya akan bahas lebih lanjut di tulisan lain. Kali ini mah curhat dulu aja hahaha..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: